
Prestasinya di sekolah dan universitas tidak menonjol bahkan tergolong rendah, namun ia orang yang gigih. Ehrlich selalu berusaha keras,Ehrlich sempat pindah-pindah kuliah dari Universitas Breslau, Strasbourg, Freiburg dan Leipzig,sampe akhirnya Ehrilch berhasil meraih gelar Doktor pada usia 24 tahun dengan tesis bertajuk “Sumbangan untuk Teori dan Praktek Mewarnai Jaringan”. Prestasinya yang jelek bukan karena ia bodoh, tetapi lebih disebabkan kurangnya waktu untuk belajar. Waktunya banyak disita buat hobi’nya yaitu utak-atik,mencoba macem-macem zat warna untuk mewarnai jaringan tubuh yang masih hidup. Ehrlich memiliki cita-cita untuk menemukan sesuatu yang dapat membunuh bibit-bibit penyakit di dalam tubuh manusia tanpa merusak jaringan tubuh. Sebab ia berkeyakinan, bibit penyakit tertentu hanya menyerap zat warna kimia tertentu yang bila bibit penyakit itu menyerap zat kimia tertentu lain, bibit penyakit itu akan mati. Pengobatan dengan zat kimia yang kemudian dikenal sebagai "Kemoterapi" inilah salah satu temuannya.